Rudisony

Community children’s digital villages

Sejarah Palestina

Posted by rudisony on January 22, 2009

palestine

Sejarah panjang mewarnai berdirinya Palestina. Berbagai negara dengan
sejumlah pemerintahan dan kepemimpinan, silih berganti melakukan upaya
merebut kota ini. Hingga akhirnya, pada 15 November 1988, Palestina resmi
berdiri sebagai sebuah negara dengan Presiden pertama, Yasser Arafat.
Pembentukan negara Palestina ini diumumkan di Aljiria, ibukota Aljazair.

Berbeda dengan kebanyakan negara di dunia yang mengumumkan kemerdekaannya
setelah memperoleh konsesi politik dari negara penjajah, Palestina
mengumumkan eksistensinya untuk mengikat empat juta kelompok etnis dalam
satu wadah, yaitu negara Palestina dengan ibukota Yerusalem Timur.

Suku bangsa yang mendiami Palestina adalah bangsa Kanaan, umat Nabi Nuh
sekitar tahun 3000 SM. Seiring dengan makin banyaknya suku bangsa yang
datang dan bertempat tinggal di Palestina, maka sejumlah kerajaan yang
berkuasa di sekitar mesir, Siria, Mesopotamia dan Asia Minor, berupaya
memperebutkannya. Yang pertama kali merebut Palestina adalah Mesir sekitar
tahun 3000 SM.

Pada tahun 1400 SM, Mesir mulai melemah, sehingga memunculkan
penguasa-penguasa baru di Palestina. Tahun 1230 SM, Joshua menguasai
sebagian wilayah Palestina. Sekitar 100 tahun kemudian, Israel mengalahkan
bangsa Kanaan, namun tidak bisa menaklukkan bangsa Palestina.

Palestina membangun sebuah kota independen di wilayah pesisir pantai selatan
Palestina dan memerintah kota kaum Kanaan di Yerusalem. Dengan kekuasaan
superiornya dalam sebuah lembaga militer yang terorganisir dan menggunakan
senjata berbahan besi, Palestina mengalahkan bangsa Israel tahun 1050 SM.

Perseteruan antara bangsa Palestina dan bangsa Israel pun terus berlanjut,
pada tahun 1000 SM. Raja Israel, David berhasil mengalahkan Palestina. Yang
akhirnya Israel berasimilasi dengan bangsa Kanaan. Bersatunya bangsa Israel
ditambah dengan keberadaan bangsa-bangsa yang lemah di daerah Palestina
memungkinkan David memperluas wilayah kekuasaannya dan membangun daerah
independen yang luas dengan pusat kotanya Jerusalem.

Selanjutnya, ketika Solomon (Sulaiman) memerintah Israel, Palestina berhasil
menikmati kemakmuran dan kedamaian. Tapi sesudah meninggalnya pada 922 SM,
kerajaan terpecah menjadi Israel di sebelah utara dan Judah di selatan.
Israel yang memisahkan diri tak bisa mempertahankan kemerdekaannya dan
akhirnya jatuh pada bangsa Assyria. Sementara Judah ditaklukan oleh
Babylonia di tahun 586 SM yang menghancurkan Yerusalem dan membunuh sebagian
besar bangsa Yahudi yang hidup disana.

Di tahun 539 SM, Raja Cyrus dari Persia menaklukkan Babylonia dan ia
mengijinkan bangsa Yahudi kembali ke Yudea, sebuah distrik di Palestina. Di
bawah kekuasaan Persia, Yahudi diizinkan untuk memiliki otonomi. Mereka
membangun kembali tembok di Yerusalem dan melakukan kodifikasi atas
undang-undang, *Mosaic Law* yang dikenal dengan nama Kitab Taurat. Yang
selanjutnya menjadi hukum bagi kehidupan sosial dan keagamaan.

Dominasi Persia atas Palestina digantikan oleh aturan Inggris saat Raja
Alexander dari Macedonia mengambil alih daerah Palestina di tahun 333 SM.
Para suksesor *Alexander* (Iskandar), *Ptolomies* (Ptolemius)) asal Mesir
dan *Seleucid* asal Siria melanjutkan memimpin Palestina. Seleucids
memasukkan budaya Hellenistic dan agama pada masyarakat. Dalam kurun waktu
141-63 SM, bangsa Yahudi memberontak dan melakukan revolusi di bawah
pimpinan *Maccabee*. Pada revolusi ini banyak kaum Yahudi terbunuh dan
sebagian berujung pada pembudakan sedangkan sisanya tidak diperkenankan
memasuki Yerusalem.Yudea diganti namanya menjadi Syria Paletina.

Mulai tahun 63 SM, Yerusalem dipimpin oleh Roma. Herodes ditunjuk menjadi
Raja Yudea. Herodes membantai besar-besaran golongan Hasmonean dan
memerintahkan restorasi besar dan memperluas Tempat Ibadah Kedua. Masa-masa
kekacauan kepemimpinan pun merebak, perselisihan antara bangsa
*pacifist*dan bangsa
*zealots* dan juga kerumunan pergerakkan melawan kekuasaan Romawi.

Selama kepimpinan Raja Herodes antara 37-4 SM, kedamaian lahir. Dan beberapa
tahun kemudian, ia memulai misinya untuk melakukan pengajaran. Ia mengajak
kembali para penduduknya untuk mengikuti ajaran dari Nabi Ibrahim dan Nabi
Musa.

Kejayaan Roma ini terus berlanjut. Tahun 70 SM, Raja Titus dari Roma kembali
mengepung Yerusalem. Tempat sembahyang Raja Herodes meskipun dipertahankan
dengan sengit, akhirnya jatuh beserta seluruh kota. Mencari kemenangan yang
lengkap, Titus memerintahkan penghancuran total terhadap tempat peribadatan
Herodes. Kota baru bernama aelia dibangun oleh bangsa Romawi di atas
puing-puing Kota Yerusalem dan juga sebuah kuil pemujaan untuk dewa yupiter.

Namun, Palestina mendapatkan perhatian khusus saat pemerintahaan Raja
Constantine I yang melegalkan agama kristiani. Ibunya, Helena mengunjungi
Yerusalem dan Palestina sebagai Tanah Suci pada akhirnya menjadi tempat
berziarah umat Kristiani. Masa emas dari kemakmuran, keamanan dan budaya
lalu mengikutinya. Kebanyakan pendudukan menganut Hellenized dan Kristiani.

Masa jaya Romawi tidak bisa bertahan, berakhir saat terjadi pendudukan oleh
bangsa Persia saat tentara Arab muslim melakukan penyerangan terhadap
Palestina dan menguasai Yerusalem pada tahun 638 masehi. Periode Islam pun
dimulai.

Penaklukan bangsa Arab dimulai sejak kehadiran muslim selama 1300 tahun yang
lalu kemudian dikenal sebagai filastin. Keinginan membebaskan para petinggi
bizantium dan saling berbagi kebudayaan dengan bangsa Arab, keturunan Nabi
Ismail. Hingga puncaknya ketika Khalifah Umar Ibnu Khattab masuk ke
Yerusalem.

Palestina adalah kota suci untuk umat muslim karena Nabi Muhammad SAW pernah
menjadikan Yerusalem sebagai kiblat pertama. Selain itu, Nabi Muhammad SAW
melakukan perjalanan menghadap Allah SWT dari kota tua Yerusalem, yang
sekarang dikenal sebagai Masjid Al-Aqsa. Yerusalem menjadi kota suci ketiga
Islam. Penguasa muslim tidak memaksakan kepercayaannya pada bangsa Palestina
untuk memeluk Islam, hingga akhirnya mayoritas penduduk Palestina memeluk
Islam. Umat Kristiani dan bangsa Yahudi tetap memiliki hak untuk mengatur di
dalam komunitas mereka dengan jaminan keamanan dan kebebasan beribadah.

Pada tahun 750 M, kekuasaan beralih ke Baghdad melalui Dinasti Abbasiyah dan
Palestina menjadi terlantar. Penderitaan tiada henti dan juga dominasi dari
Seljuk, Fatimia dan orang-orang Eropa yang mengikuti Perang Salib.

Hingga pada tahun 1517 M Dinasti Turki Usmani dari Asia Kecil mengalahkan
Dinasti Mamluks yang memerintah Palestina hingga musim dingin pada tahun
1917-1918. Wilayah Palestina terpecah menjadi beberapa distrik, salah
satunya Yerusalem.

Selanjutnya, terjadilah klaim-klaim pihak Yahudi dan Israel untuk mengambil
alih Palestina dari kekuasaan Turki Utsmani. Diantaranya melalui perjanjian
Balfour, hingga resolusi PBB yang membagi wilayah Palestina dan Israel.

*Al-AQSA Sang Primadona*

Masjid Al-Aqsa merupakan salah satu tempat kebanggaan umat Muslim di seluruh
dunia. Sebab, Rasulullah SAW pernah menyinggahi tempat ini ketika peristiwa
Isra dan Mi’raj untuk menerima perintah shalat lima waktu. Karena itu,
Al-Aqsa menjadi tempat suci ketiga Islam setelah Masjidil Haram di Makkah
dan Masjid Nabawi di Madinah. Bahkan, Al-Aqsa pernah menjadi kiblat pertama
umat Islam sebelum akhirnya datang perintah untuk menghadap kiblat ke
Baitullah (Kabah) di Makkah.

Di kota Palestina (Yerusalem) ini, juga sangat istemewa, lantaran di kota
itulah beberapa rasul terdahulu menerima wahyu dari Sang Khalik. Syahdan,
kali pertama Yerusalem dibangun Nabi Daud AS setelah menguasai kota itu dari
ma syarakat Yebusit. Nabi Daud lalu me ngembangkan dan menjadikan Yerusa lem
sebagai ibu kota kerajaannya.

Tahta kerajaan Nabi Daud lalu digantikan Nabi Sulaiman AS. Di kota itu, Nabi
Sulaiman membangun sebuah Haekal atau *al-Haram asy-Syarif* (tempat yang
mulia) yang lengkap dengan singgasananya. Para ahli sejarah Yahudi
menyatakan, Nabi Sulaiman membangun sebuah kuil yang bernama Baitallah.

Haekal atau Baitallah itu menjadi tempat beribadah umat Yahudi pertama yang
indah dan megah. Di tengah Haekal itulah terdapat sebuah batu hitam bernama
*Sakhrah Muqaddasah*. Berlandaskan batu itulah, Rasulullah SAW melanjutkan
mikraj menghadap Sang pencipta untuk menerima perintah shalat.

Di bawah kekuasaan Islam, Yerusalem tumbuh begitu pesat. Selain di era *Khulafa
Ar-Rasyidin* , pada masa pemerintahan kerajaan Ummaiyyah (650-750) dan
kerajaan Abbasiyyah (750-969), kota Yerusalem berkembang. Banyak orang
berpendapat bahwa Yerusalem pada ketika itu merupakan tanah yang paling
subur di Palestina.

Sayangnya kerukunan umat beragama di kota tiga agama ini (Islam, Kristen dan
Yahudi) akhirnya retak. Saat Al-Hakim Amrullah, seorang khalifah kerajaan
Fatimiyyah berkuasa, Gereja Jirat Suci dihancurkan. Konon, kebijakan
khalifah inilah yang menjadi salah satu pemantik terjadinya Perang Salib.
Yerusalem akhirnya ditaklukkan tentara Perang Salib pada tahun 1099 M dari
kekuasaan Khalifah Al-Musta’lim.

Umat Islam, Yahudi, dan bahkan Kristen pun dibantai tentara Perang Salib.
Tentara Perang Salib ternyata tak bisa membedakan orang Kristen yang tinggal
di Yerusalem. Umat Islam kembali berhasil merebut kembali Yerusalem pada
tahun 1187 M di bawah komando pahlawan perang Islam, Salahuddin Al-Ayubi.

Kedamaian kembali tercipta di tanah Yerusalem. Tak ada pembantaian dan semua
umat beragama bebas menjalankan keyakinannya. Namun pada tahun 1243,
Yerusalem jatuh kembali ke tangan tentara Salib. Pada tahun 1517, Yerusalem
kembali dikuasai Kerajaan Turki Utsmaniyyah. Yerusalem akhirnya terlepas
dari genggaman kekuasaan umat Islam setelah Turki kalah dalam Perang Dunia
I.

Namun dalam beberapa dekade terakhir ini, Yahudi kembali membuat ulah. *Masjid
Al-Aqsa* bahkan diancam untuk di bom. Mereka berusaha untuk merebutnya
kembali atau bahkan merobohkannya. Kondisi inilah yang memantik kemarahan
umat muslim di seluruh dunia. Sebagian umat Islam bahkan bersiap diri untuk
mempertahankan Al-Aqsa tetap kokoh berdiri di tempatnya hingga akhir masa.

Di kutip dari berbagai sumber

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: