Rudisony

Community children’s digital villages

Sejarah Bali

Posted by rudisony on May 15, 2009

Bali Rice Field Bali Sunset Bali Beach

Dengan namanya yang menjadi salah satu dari tempat wisata terindah dan pantas di Asia, Bali menarik paling tidak 1.000.000 pengunjung setiap tahunnya dari seluruh dunia.

Secara geografis, Bali terletak antara pulau Jawa dan Lombok. Pulau Bali kecil, membentang kira-kira 140 km dari timur ke barat 80 km dari utara ke selatan. Gunung berapi tertinggi yang membentang dari timur ke barat adalah gunung Agung, yang terakhir meletus tahun 1963. terletak hanya 8 selatan katulistiwa, Bali memiliki iklmi tropis hanya dengan 2 musim (hujan dan kemarau) setahun dan temperatur rata-rata 28C. Daerah selatan yang luas dan miring menjadi rumah sawah yang bertingkat-tingkat yang terkenal di bali di antara tempat yang paling menarik di dunia. Di daerah yang berbukit-bukit, daerah pesisir utara, hasil utamanya adalah kopi, kopra, rempah-rempah, sayur-sayuran, ternak dan beras.

Masyarakat Bali memiliki akar kepercayaan yang kuat dan walaupun arus kedatangan wisatawan dalam jumlah besar setiap tahunnya, kebudayaan mereka masih sangat kental dan hidup. Agama mayoritasnya adalah Hindu Dharma, dan walaupun sebenarnya berasal dari India, agama masyarakat Bali adalah perpaduan yang unik dari Hindu, Budha, Jawa dan kepercayaan kuno yang hampir punah dan berbeda dari ajaran Hindu yang dipraktekkan di India sekarang ini.

Memiliki kreatifitas sejak lahir, masyarakat Bali secara tradisional menggunakan keahlian mereka untuk tujuan-tujuan keagamaan dan hampir seluruh karya seni indah dapat dilihat disini merupakan inspirasi dari cerita Ramayana dan cerita kepahlawanan Hindu lainnya.

Mayoritas tempat tinggal masyarakat Bali yang berjumalah 3.000.000 orang kebanyakan tinggal di komunitas desa yang padat dengan keluarga besar mereka. Kota terbesarnya adalah Denpasar dan Singaraja di utara Bali. Objek wisata utamanya terbentang dari Kuta sampai Seminuak. Kuta menjadi daya tarik utama kedatangan wisatawan sejak tahun 1970an karena pantai-pantainya yang di kenal berpasir putih, tempat berselancarnya dan matahari tenggelamnya yang mempesona.

Sekarang ini, sepanjang Kuta dan Seminyak merupakan tujuan wisata utama dengan beratus-ratus hotel, restoran dan toko. Bagi mereka yang mencari sedikit kedamaian dan ketenangan cenderung pergi ke penginapan-penginapan yang lebih tenang di Sanur, Candi Dasa, di pantai timur atau Lovina di bagian utara. Nusa Dua yang berada di ujung selatan semenanjung pulau nBali, menawarkan banyak hotel berbintang lima. Desa utama di Ubud, di bagian perbukitan Gianyar, juga menjadi daya tarik wisata dan sekarang ini dianggap sebagai pusat kesenian dan kebudayaan Bali.

Kebudayaan

Bali culture Bali Sea Bali Flower

Walaupun tidak ada artefak yang tercatat tentang jaman batu, dipercaya bahwa penghuni pertama di Bali bersal dari Cina sekitar tahun 2500 SM. Pada jaman perunggu sekitar tahun 300SM kebudayaan muncul dan sangat berkembang di Bali. Sistem pengairan dan produksi padi yang rumit, yang masih digunakan sampai sektrang, dikembangkan pada jaman ini.

Tidak sampai abad ke 11, Bali menerima arus kebudayaan pertama yang kuat dari Hindu dan jawa. Dengan kematian ayahnya sekitar tahun 1011 M, pangeran Bali, Airlangga, pindah ke Jawa Timur dan menyatukan kerajaan-kerajaan disana dalam satu kerajaan. Karena keberhasilannya, ia kemudian menunjuk saudaranya anak Wungsu sebagai pemimpin di Bali. Pada periode berikutnya, muncullah bahasa Jawa, Kawi, yang menjadi bahasa yang digunakan oleh para kaum bangsawan, salah satu dari ciri khas masyarakat jawa dan pakaian adatnya dipakai karena hal tersebut.

Dengan kematian Airlangga, pada pertengahan abad ke 11, Bali menikmati periode kebebasan untuk menjalankan pemerintahannya sendiri. Bagaimanapun, hal ini terbukti tidak berlangsung lama saat di tahun 1284, raja Jawa Timur, kertanegara, menaklukkan Bali dan memimpinnya dari Jawa. Di tahun 1292, Kertanegara terbunuh dan Bali mendapatkan kembali kesempatan untuk melepaskan diri sekali lagi. Namun pada tahun 1343, Bali kembali berada di bawah kekuasaan raja Jawa karena kekalahannya di tangan gajah Mada, seorang jendral pada kerajaan Hindu-Jawa yang terakhir, Majapahit. Dengan menyebarnya agama Islam ke seluruh Sumatra dan Jawa selama abad ke 16, kerajaan Majapahit mulai mengalami kemunduran dan perpindahan secara besar-besaran oleh kaum bangsawan, pendeta, seniman, dan tukang ahlinya ke Bali terjadi kemudian. Untuk sementara waktu, bali tumbuh dengan pesat dan pada abad selanjutnya dianggap sebagai jaman keemasan bagii sejarah kebudayaan bali. Kerajaan Gelgel, dekat Klungkung, menjadi pusat kesenian dan Bali menjadi daerah kekuatan utama yangmenguasai dan memimpin tetangganya Lombok dan sebagian Jawa Timur

Pelaut Belanda pertama kali menginjakkan kaki di Bali pada tahun 1597, tidak sampai pada tahun 1800an, orang-orang Belanda sudah menunjukkan keinginannya untuk menjajah Bali. Tahun 1846, orang-orang Belanda telah menguasai daerah Indonesia dalam cakupan yang luas sejak taun 1700an. Pemerintah Belanda mengirimkan pasukannya ke utara bali. Tahun 1894, belanda bersekutu dengan orang-orang Sasak di lombok untuk melawan pemimpin bali mereka. Pada tahun 1911, semua kerajaan bali telah dikalahkan di medan pertempuran, atau telah diserahkan dibawah jajahan belanda. Selama perang dunia ke II, belanda dipaksa keluar oleh jepang, yang telah menduduki Indonesia dari tahun 1942 sampai 1945.

Setelah jepang berhasil dikalahkan, belanda mencoba untuk mengembalikan kekuasaan mereka, tapi pada tanggal 17 agustus 1945, Indonesia mendeklarasikan kemerdekaannya oleh presiden pertama, Soekarno. Setelah empat tahun berjuang dari kerasnya kritik dari dunia internasional akhirnya diakui dan di tahun 1949, Indonesia dikenal sebagai negara yang merdeka.

Masyarakat

Kehidupan di Bali sangat berhubungan erat dengan organisasi masyarakat, bertani bahkan membuat barang-barang seni dilakukan oleh masyarakatnya. Pemerintah daerah bertanggung jawab terhadap sekolah, klinik, rumah sakit, jalan, tetapi semua aspek kehidupan tradisional di atur oleh 2 sistem tradisional yang sudah ada sejak jaman dulu. Yang pertama, subak, menangani masalah produksi beras dan mengatur sistem pengairan. Siapa pun yang memiliki sawah harus menjadi anggota subak yang ada di daerahnya yang akan memastikan setiap anggota mendapat pembagian air irigasi yang adil. Organisasi masyarakat yang lain adalah Banjar yang mengatur kegiatan desa, upacara pernikahan dan kematian. Kebanyakan desa paling tidak memiliki 1 banjar dan semua laki-laki yang sudah menikah wajib menjadi anggota banjar. Banjar paling tidak memiliki anggota antara 50-100 kepala keluarga dan masing-masing banjar memiliki tempat pertemuan yang di sebut dengan Bale Banjar. Selain digunakan sebagai tempat rapat rutin, bale banjar juga digunakan sebagai tempat latihan musik (gamelan) tradisional.

Agama

Masyarakat Bali beragama hindu namun agama mereka sangat berbeda dengan Hindu yang ada di India. Masyarakat Hindu Bali menyembah dewa Tri Murti yaitu Brahma, Siwa dan Wisnu yang merupakan percikan kecil dari Tuhan yang tertinggi yakni Sanghyang Widi. Dewa umat hindu India yang lain seperti Ganesha (dewa berkepala gajah) juga disembah tetapi lebih jarang. Banyaknya tempat suci membuat Bali menjadi unik. Masyarakat Bali sangat percaya pada keajaiban dan kekuatan roh dan kebanyakan agama berdasarkan pada kepercayaan ini. Mereka percaya bahwa roh baik menghuni pegunungan dan laut merupakan rumah bagi iblis dan raksasa. Kebanyakan desa-desa di bali memiliki sedikitnya 3 pura utama; satu, pura puseh atau pura Leluhur, menghadap ke pegunungan, yang lain adalah pura desa, biasanya dapat ditemui di tengah desa, dan yang terakhir adalah pura dalem, sejajar dengan laut dan ditujukan untuk roh-roh yang telah meninggal. Disamping pura-pura desa ini, hampir setiap rumah memiliki pura sendiri. Beberapa pura, pura besakih contohnya, di lereng gunung Agung, dipercaya sebagai pura paling suci dan orang-orang dari seluruh Bali melakukan peribadatan disana.

Persembahan memiliki peran penting dalam kehidupan masyarakat Bali, mereka percaya akan mendapat kekuatan yang kemudian membawa kemakmuran dan kesehatan bagi seluruh keluarga. Setiap hari, persembahan kecil (Canang Sari) berisi makanan, bunga, rokok dan rokok dihaturkan di tempat suci yaitu di Pura, di luar rumah dan toko bahkan di persimpangan jalan yang berbahaya.

Perayaan adalah kesempatan agung lain untuk menyembah Tuhan. Wanita membawa rangkaian yang tinggi berbentuk piramid yang terdiri dari makanan, buah, dan bunga di atas kepala mereka sementara laki-laki melakukan pengorbanan darah melalui sabung ayam. Disana terdapat tari-tarian tradisional dan musik dan dewa-dewa di undang turun untuk mengikuti perayaan ini. Perayaan biasanya suatu kesempatan yang sangat menarik dan sangat berharga untuk dilihat jika anda berada di sana.

Bali Palm tree Bali Pisang Island Bali Sunrise

Tarian dan Drama
Tarian dan drama memiliki nilai sejarah yang memainkan peran penting dalam masyarakat Bali. Melalui media ini, orang-orang belajar mengenai cerita dongeng Ramayana, Mahabarata dan cerita kepahlawanan lain dari sejarah masyarakat Bali. Gambaran singkat mengenai seni lainnya dari beberapa dari tarian-drama yang terkenal dapat disaksikan pada pementasan rutin di seluruh Bali.

BARIS
Baris adalah tarian perang. Biasanya ditarikan oleh laki-laki, sendiri atau berkelompok oleh 5 orang atau lebih.

BARONG & RANGDA
Tari ini pada dasarnya tentang pertempuran antara kebaikan dan kejahatan. Kebaikan dilambangkan dengan Barong Keket, mahkluk yang menyenangkan, penyayang berbentuk setengah singa berambut kasar. Kejahatan dilambangkan dengan Rangda, penyihir wanita.

KECAK
Kecak, tari Bali yang paling terkenal, pada mulanya berasal dari suara saat pementasan tari Sanghyang yang menyanyikan Kecak-Kecak. Kecak sebagai sebuah tarian berkembang, pada tahun 1930an di desa Bona dimana sampai saat ini tari ini masih rutin dipentaskan

LEGONG
Tari ini menceritakan tentang Putri Rangkesari yang ditawan oleh musuhnya yaitu raja Lakesmi. Saudara laki-laki putri Rangkesari yang bermana Pangeran Daha mengumpulkan pasukan untuk menyelamatkan saudaranya. Tari legong sangat klasik dan indah, dan tarian ini selalu ditarikan oleh gadis-gadis yang belum mengalami pubertas, biasanya berusia 8 atau 9 tahun.

TARI SANGHYANG
Tari sanghyang dedari ditarikan oleh 2 orang gadis dan gerakan tari ini sangat mirip dengan tari legong ; perbedaan utamanya adalah penari sebaiknya belum terlatih namun gerakan mereka tetap kompak walaupun mata mereka tertutup rapat.
Pada tari Sanghyang Jaran, penari laki-laki menari mengelilingi api dan melewati api, mengendarai kuda-kudaan dari pelepah pohon kelapa. Tari ini biasa di sebut Tari Api. Pada kedua tarian tersebut, seorang pemangku (pendeta) selalu ada untuk membantu penari sadar kembali dari kesurupan di akhir pementasan.

WAYANG KULIT
Wayang kulit adalah satu dari tradisi turun temurun terkenal yang ada di Jawa dan Bali. Pertunjukan wayang biasanya terdiri dari 4 orkestra kecil yang memainkan musik, rata-rata mempergunakan 60 wayang, selain itu juga mempergunakan layar datar yang terbuat dari kulit kerbau dan menutupi dalang. Tokoh baik biasanya berbicara dalam bahasa Kawi kuno dan tokoh jahat berbahasa Bali.

Sumber : balivilla.co.id

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: