Rudisony

Community children’s digital villages

Penurunan Suhu di Kutub Utara

Posted by rudisony on November 4, 2009

kutub utara

Sebuah penelitian yang diterbitkan majalah ilmiah Science edisi terbaru menyebutkan, suhu udara di Kutub Utara telah memecahkan rekor tertingginya sejak 2.000 tahun terakhir ini, dan penyebab utama meningkatnya suhu udara itu adalah karena efek rumah kaca yang diakibatkan oleh gas emisi buang.

Menurut pemberitaan pada situs Science Daily, dengan mengamati berbagai fenomena alam di kutub utara seperti inti lapisan es, guratan usia pohon serta materi endapan di dasar danau, para peneliti telah berhasil menyimpulkan perubahan suhu udara di kutub utara untuk periode setiap sepuluh tahun selama 2.000 tahun terakhir ini.

Hasilnya menunjukkan bahwa efek rumah kaca akibat pembuangan gas emisi buang yang tercipta di dunia ini telah mengacaukan siklus penurunan suhu udara, meskipun sekarang ini bumi lebih sedikit menyerap sinar matahari, namun suhu udara Kutub Utara di musim panas tetap saja mulai meningkat terus sejak 1900, dan setelah 1950 kecepatan peningkatannya semakin menjadi-jadi.

Pada setiap kali perubahan yang muncul setelah satu periode peredaran bumi selama 21.000 tahun, selama 8.000 tahun terakhir ini, musim panas di Kutub Utara semakin sedikit menyerap sinar matahari, dan tren ini akan terus bertahan sampai 4.000 tahun mendatang.

Penelitian ini menunjukkan, tidak mengherankan jika suhu di Kutub Utara terus menerus menurun sejak tahun 0 Masehi hingga 1900, namun hal yang lebih penting lagi tercatat, bahwa sejak tahun 1900 suhu udara di sana justru mulai meningkat. Dan 1900 adalah bertepatan dengan Revolusi Industri yang dilakukan oleh umat manusia, merupakan zaman mulai banyaknya terbentuk efek rumah kaca akibat besarnya gas emisi buang dimulai pada era tersebut.

Sejak 1999 hingga 2008, adalah periode di mana peningkatan suhu di Kutub Utara mencapai puncak tertingginya, dan kini suhu udara di Kutub Utara telah meningkat sebesar 1,2 derajat jika dibanding dengan 1900.

Penelitian tersebut menyebutkan, iklim di Kutub Utara sangat sensitif, terutama dari dampak sinar matahari dan efek rumah kaca. Namun Nicholas P. McKay, calon profesor dari Universitas Arizona mengatakan, “Abad ke-20 adalah untuk pertama kalinya sinar matahari tidak lagi merupakan faktor yang mempengaruhi suhu udara di Kutub Utara.” Ia berpendapat, efek rumah kaca adalah kemungkinan penyebab utama yang menyebabkan meningkatnya suhu di Kutub Utara selama ratusan tahun ini.

Saat  Sekjen PBB, Ban Ki Mon, berkunjung sendiri ke Kutub Utara untuk mengamati perubahan iklim tersebut secara langsung. Setelah kunjungan tersebut , Ban Ki Mon menghimbau pemimpin seluruh dunia untuk mengambil tindakan untuk segera mengurangi volume gas emisi buang.

Dalam pidatonya di Jenewa, Ban Ki Mon mengumpamakan, kecuali pemimpin seluruh dunia mempercepat kerja kerasnya dan dengan segera mewujudkan kesepakatan baru pelestarian lingkungan yang dicanangkan PBB, jika tidak maka seluruh dunia akan memasuki “jurang” perubahan iklim dunia. Dan ia juga menekankan bahwa Kutub Utara “sama sekali tidak mampu memberi perlawanan”.  (Huang Yian/The Epoch Times/lie)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: