Rudisony

Community children’s digital villages

Doni Tata Balapan 2010

Posted by rudisony on April 4, 2010

“Menjadi pembalap Grand Prix (GP) 250 cc adalah pengalaman terbaik dalam hidup saya,” kata Doni. “Namun, tidak mudah bertahan di kejuaraan level dunia. Akibat krisis global, sponsor saya harus berhemat dan membuat saya harus kembali ke level Asia,” lanjut pembalap kelahiran Sleman, 21 Januari 1991, tersebut.

Doni hanya setahun berkompetisi di GP 250 cc pada 2008. Kiprahnya di kejuaraan setingkat di bawah MotoGP itu bisa disebut memiliki timing yang kurang tepat. Sebab, motor yang dikendarainya, TZ 250, kurang kompetitif. Dia bergabung dengan Yamaha yang saat itu sudah tidak mengembangkan motor 250 cc. TZ 250 merupakan motor yang pengembangannya dihentikan beberapa tahun sebelumnya.

Dengan kualitas motor demikian, Doni seolah hanya menjadi pelengkap di lintasan. Dia hanya sekali merebut poin. Selebihnya, dia lebih sering membalap sendiri karena para pesaing berada jauh di depan.

Semusim di MotoGP, Doni hijrah ke World Super Sport (WSS) pada 2009. Itu adalah kelas kedua dalam rangkaian World Super Bike. Di WSS Doni sebenarnya mampu memperbaiki posisi. Kalau di GP 250 dia berada di urutan belakang, di WSS dia mampu menembus papan tengah. “Di WSS saya menambah poin menjadi delapan. Saya juga berhasil menempati urutan ke-21 di antara 37 pembalap yang turun di 14 seri,” terang Doni.

Namun, peningkatan tersebut belum cukup untuk membuat Doni tetap bertahan pada even kejuaraan dunia. Karena sponsornya harus berhemat sejalan dengan krisis perekonomian global sepanjang tahun lalu, dia harus rela turun kelas ke kejuaraan level Asia. Tahun ini, dia akan tampil di FIM Asia dengan membawa bendera Yamaha Indoprom.

“Perbedaan biaya di setiap even itu sangat besar. Di GP 250 cc dibutuhkan Rp 19 miliar, WSS Rp 15 miliar, dan FIM sekitar Rp 10 miliar,” jelasnya.

Doni mengisahkan, dirinya awalnya merasa shock dan tidak percaya karena harus kembali merayap di level Asia setelah sekian lama meninggalkannya. “Tapi, saya segera melupakan kesedihan itu. Perwakilan Yamaha Jepang bilang, saya masih punya kesempatan kembali ke MotoGP kalau menunjukkan prestasi di FIM,” ungkapnya.

Jika bisa tampil istimewa di FIM Asia, Doni memang bisa menjual namanya dengan lebih baik. Itu bisa membuat dia menemukan sponsor untuk tampil di even level dunia, seperti WSS atau Moto2.

Di FIM Asia, Doni akan turun di kelas Supersports. Dia akan didampingi mekanik dari MG Competition, Prancis. Seri pertama diadakan di Sirkuit Sepang, Malaysia, 25 April mendatang.

Sejauh ini, Doni lebih fokus untuk menjaga kebugaran dengan bersepeda maupun motocross. Dia tidak turun ke lintasan karena di Jogjakarta, daerah asalnya, tidak ada sirkuit yang representatif. Sirkuit Sentul, Bogor, dianggap tidak maksimal karena terlalu sering hujan.

Karena itu, begitu motornya datang dari Prancis, dia akan langsung berlatih di Sepang. Doni mengatakan, motornya akan datang paling cepat pekan depan. “Target saya di FIM Asia adalah menjadi juara agar kesempatan saya untuk kembali ke MotoGP semakin luas,” tegas putra pasangan Kiswadi dan Hariani tersebut. (*/ist/jpnn)

Biodata

Nama : Doni Tata Pradita

Lahir : Sleman, 21 Januari 1991

Orang Tua : Kiswadi dan Hariyani

Karir

2010 : FIM Asia

2009 : WSS Racing (cetak 8 poin)

2008 : GP 250 cc (cetak 1 poin)

2007 : All Japan Championship  250 (peringkat kelima)

sumber : indonesianracing

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: