Rudisony

Community children’s digital villages

Mengatasi Insomnia Akibat Stres

Posted by rudisony on May 1, 2010


Anda seringkali baru bisa tertidur setelah jam 1 atau jam 2 pagi? Kondisi ini biasa disebut insomnia, yaitu gangguan tidur. Penderita akan merasakan gejala-gejala seperti letih dan lelah sepanjang hari, secara terus menerus. Penderita akan mengalami kesulitan  tidur atau selalu terbangun di tengah malam dan tidak dapat tidur kembali. Cemas dan stres berlebihan akibat beban pekerjaan disinyalir sebagai salah satu biang keladinya. Insomnia sebaiknya ditangani dengan baik agar tidak merembet seperti mengakibatkan terjadinya serangan jantung. Berikut cara mengatasinya:
  • Minimalisasikan asupan kafein seperti teh atau kopi. Bila Anda ingin mengkonsumsinya, lakukanlah di pagi hari, atau paling lambat 4 jam sebelum  tidur di malam hari. Kafein yang dikonsumsi terlalu dekat dengan waktu tidur hanya akan menghambat datangnya rasa kantuk.
  • Melakukan ritual yang ‘mendukung’ sebelum tidur. Anda bisa memulainya dengan menuangkan minyak aromaterapi pada diffuser, mandi air hangat, menyetel lagu favorit atau melapisi tempat tidur dengan selimut yang nyaman.
  • Gunakan tempat tidur  hanya untuk tidur. Bila Anda ingin membaca atau menonton tv sebaiknya lakukan di tempat lain sehingga saat Anda pergi ke tempat tidur, ‘alarm’ di tubuh Anda segera mengingatkan bahwa ini adalah waktu untuk tidur.
  • Hindari melihat jam terus menerus saat saat menjelang tidur. Kebiasaan ini hanya akan membuat Anda merasa tertekan. Tempatkan jam yang tidak bisa dijangkau pandangan mata Anda, jadi ketika terbangun Anda tidak terganggu dengan waktu sehingga langsung tertidur kembali.
  • Lakukan olahraga ringan 3-4 jam sebelum tidur. Kualitas tidur Anda akan menjadi lebih baik jika Anda teratur berolahraga selama 30 menit setiap harinya. Namun olahraga yang dilakukan pagi atau siang hari tidak akan mempengaruhi kualitas tidur Anda.
  • Usahakan  tidur di waktu yang sama setiap harinya, termasuk di akhir pekan. Bila pola ini sudah terbentuk, alarm tubuh Anda dengan mudah akan ‘mematuhinya’.
  • Atur cahaya lampu kamar menjadi remang-remang ketika Anda akan tidur. Gelap merangsang otak memproduksi melatonin yang membimbing mata  untuk terpejam.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: